Manchester United

Public Figure to Parlement: Useness or Useless?

...as I know, sampe detik ini gak ada anggota dewan dari kalangan public figure yang bermasalah. Entah korupsi, ketangkep basah lagi judi di hotel, selingkuh, dll.
---

Pre-post:
[] meski topic ini berat, gw pengen ngebahasnya secara ringan, dan dari sudut pandang keawaman gw.
[] in English, kata "useness" dibenarkan gak ya?

Kenal Qomar, Adjie Massaid ato Angelina Sondakh? Mereka adalah beberapa artis yang pernah jadi anggota dewan. Dan kenal Permadi gak? Anggota dewan juga. Tapi "bukan" dari kalangan artis, melainkan seorang paranormal.

Oke, bahasan ini gak terkotak dengan artis saja. Tapi lebih luas lagi dengan orang yang cukup dikenal oleh masyarakat a.k.a public figure. What ever dia artis sinetron, dukun beranak ato pakar apa kek. Pokoke terkenal.

Kebetulan boss gw berangkat dari golongan ini. Meski bukan artis, Mr. Caleg adalah pakar pendidikan khususnya Pendidikan Anak. Dan kebetulan juga partai tempat boss gw juga terkenal sering mengusung caleg dari kalangan ini.

Public figure kalo jadi anggota dewan useness or useless? Cus like or dislike, sebuah parpol menggandeng public figure tentu bertujuan untuk mengkantrol perolehan suara. Namanya juga politik. Simbiosis mutualisme.

Buat gw, public figure juga warga negara sah yang punya hak memilih dan dipilih. Mereka juga manusia yang banyak di antara mereka, selain punya talenta di bidang "keartisan", mereka juga punya talenta di bidang lain. Like Gusti Randa, doi artis. Tapi juga lawyer. Lula Kamal, artis juga dokter. Dan banyak yang lain. Artinya, banyak di antara mereka yang gak cuma modal tampang doang. Nah, yang kek gini nih yang bisa dijadikan anggota dewan. How bout Cincha Laura? *no comment. Lagian keknya dia bukan ato belum jadi caleg*

Di Pemilu 2009 ini, artis or Public Figure yang jadi caleg setau gw antara lain: boss gw [hehe, gw sebut pertama. Caleg DPRD dapil Jakbar]; Mandra, Henidar Amru, Hj. Fitria Elvi Sukaesih [caleg-caleg DPR RI dapil Jakarta 1]; Dra. Hj. Okky Asokawati, S.Psi. [caleg DPR RI dapil Jakarta 2]; Raslina Rasidin, Rico Tampatty [caleg DPR RI dapil Jakarta 3]; contoh lain: Eko Patrio, Qomar, Wanda Hamida, Anwar Fuady, Primus Yustisio, Derry Drajat, Adrian Maulana, Ikang Fauzi, Venna Melinda, Tengku Firmansyah, Ricky Jo, dll.

1 fact as I know, sampe detik ini gak ada anggota dewan dari kalangan public figure yang bermasalah. Entah korupsi, ketangkep basah lagi judi di hotel, selingkuh, dll.

Meski ada yang menuduh mereka sulit untuk berempati pada nasib rakyat kecil karena banyak dari mereka gak pernah mengalaminya, tapi bukankah korupsi lebih jahat dari itu? Karena korupsi gak cuma kurang empati pada rakyat kecil, tapi juga malingin duit rakyat!

["]quote of the day["]

Anak SMP yang manis : Pentingya Pemilu apa?
Me : System di negara kita adalah parlemen bukan presidensil. Jadi pemilu legislatif ini penting untuk mencari wakil rakyat sebagai tempat aspirasi. Lah, kalo gak ada parlemen ya gak ada undang-undang. Kalo gak ada undang-undang ya gak bisa disebut sebuah negara. Syarat negara kan ada pemerintah, ada undang-undang dan ada rakyat.
Anak SMP yang manis : Ada yang lain, Kak?
Me: Supaya KPU dan KPUD gak gaji buta. Udah dibentuk kalo gak ada Pemilu ngapain coba?



[FYI] Biaya untuk pembuatan SIM Khusus F-1 mencapai 10 ribu euro atau sama dengan Rp 140 juta. Kebayang kan harga mobilnya berapa?

0 comments: