Manchester United

Kalo Guru Sexy Kita Jadi Model, Gak Perlu Kita Sering-sering Jatuhin Pensil di Kelas

---

Gw tau sekarang udah Maret. Tapi selera baca gw emang lagi payah. Meski udah beli juga edisi Maret, tapi @FHM_Indonesia yang Februari belum kelar gw baca nih. Meski lebih favorit sama edisi yang Maret (di postingan mendatang lu tau dah kenapa bisa gw lebih favorit sama edisi yang Maret) tetep gw harus menghabiskan bacaan gw ini. Gak boleh gw menyisakan cewek sexy untuk gw nikmati. Pamalih hehe.

Di edisi Februari, ada si sexy Maria Eriksson, seorang dosen biologi yang banting setir jadi model. Kalau punya dosen biologi kayak dia, gak perlu lah kita sering-sering jatuhin pensil untuk ngintip celana dalem dia, beli aja FHM, jreng-jreeeeng, tu dia daleman dia!

Selain si sexy setinggi pintu ini (dan akan jelas terlihat perbedaannya antara memandang dia dan Ivan Gunawan), masih ada Vicky Shu, Katya Virshilas, liputan pendakian gunung es tertinggi di Amerika Utara yang menewaskan salah satu pendaki kita. Tapi karena sekarang @FHM_Indonesia udah jarang bahkan gak pernah kasih poster tiap edisi, bagi yang belum beli boleh cari edisi bekasnya di tukang majalah bekas. Gak rugi kok orang gak ada posternya. Dari harga awal 45 ribu, di lapak majalah bekas bisa dapet cukup dengan duit ceban. So?


[FYI] Dr. David Barlow asal Inggris menciptakan kamera endoskopi supermini seukuran debu lalu disuntikkan ke aliran darah untuk menjelajahi tubuh manusia. Dengan foto close up terlihat bagian dalam jantung manusia bagaikan bongkahan keju yang lezat. How about g-spot?

0 comments: