Manchester United

First Cook. Finally...


---

Sebagian orang menganggap angka 13 adalah angka sial. Tapi buat gue dan istri, di hari ke 13 di tahun ke 13 ini, kita membuka sebuah lembaran baru dalam berumah tangga. Silakan baca terus sampe ke bawah ;)

Memasak buat gue adalah skill yang diturunkan temurun oleh para dewa. Terbukti sampe detik ini gue dan ehm, istri, belum juga jago dalam hal masak-memasak. Apanya yang jago, masak aja gak pernah! Ini serius. Masalahnya satu: kita belum punya kompor! Segitu mahalnya kompor kah sampe sampe... sampe sekarang kita belum beli juga? Bukan soal harga ya, walaupun itu jadi pertimbangan. Masalahnya adalah: Gue gak bisa masang gas LPG!

Mau lu kata gue kampungan, katro atau apa kek, terserah. Yang jelas gue gak bisa (lebih tepatnya gak mau) masang gas LPG. Dan Puji Tuhan pada keenceran otak manusia dengan keahlian dewa lainnya yang menciptakan teknologi bernama Blue Gaz. Meski rada mahal, Blue Gaz relatif aman dan yang terpenting mudah dipasangnya. Perbedaan mendasarnya Blue Gaz dan LPG, Blue Gaz masang gasnya berulir seperti baut, sedangkan LPG ditekan. Sering dulu latihan terpaksa masang LPG, kalau gak berdesis ya udah gue pasang tapi oglek-oglek. Trauma irama lah gue sampe sekarang.

Tapi beli Blue Gaz juga gak mudah. Awalnya gue dihadiahi kompor 2 tungku oleh temen kantor. Tanpa selang dan gas. Lalu gue order selang dan regulator Blue Gaz. Nah, beli tabung Blue Gaz ini lah gue kesulitan. Distributor resminya jauh-jauh. Tempat yang isi ulang itu cuma jual isi ulang, gak terima beli setabung-tabungnya. Dan yang gue perlukan juga bukan cuma tabung Blue Gaznya, tapi plus orang yang bantu masangin. Secara kompor gue itu bukan kompor keluaran Blue Gaz. Beberapa pengiklan di internet yang gue tanya bisa gak kompor biasa pake Blue Gaz, jawabannya gantung, cuma emang gak recomend karena bukan keluaran Blue Gaz. Mereka sepertinya mau gue beli satu paket, ya tabung ya kompornya juga.

Akhirnya nyerah, gue order juga tabung Blue Gaz plus kompor satu tungkunya. Ini model tabung dan kompornya jadi satu. Jadi kompornya nangkring di atas tabungnya. Iya lah, kalau tabungnya yang nongkrong di atas kompornya mah bloon tingkat dewa namanya!

Gue sengaja order by phone biar datang ke rumah. Gak masalah DP yang penting pelunasan di rumah. Dengan menyamarkan alamat Meruya Selatan jadi Ciledug (maklum, kalau lokasi seller di Tangerang. Kalau gue bilang Jakarta, dia gak mau nganter hehe). Skip.

Singkat cerita, kini kompor pemberian teman pun sudah terhubung dengan tabung Blue Gaz. Sehingga istri juga udah bisa masak. Kompor Blue Gaz-nya sendiri malah nganggur tuh. Ada yang minat bayarin?

Norak ya gue, dimasakin bini aja segitu hepinya. Wuss, masakan istri gue terenak kedua sedunia. Terenak pertama masih nyokap gue. Tapi selisih pointnya cuma dikit kok :)







[FYI] Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa capsaicin pada cabe rawit mampu menurunkan berat badan pada orang yang menderita obesitas (@WOWFakta) Mungkin ini disebabkan oleh rajinnya seseorang silaturahmi dengan closet setelah makan cabe sepertinya.

0 comments: