Manchester United

"Jadi istri saya sakit apa, Dok?"

Akhirnya senasib seperti di rumah sakit sebelumnya yang dioper-oper, wify dioper ke Dokter Penyakit Paru, dengan masih tanda tanya: Cairan di depan rahim itu apa? Karena Dokter Penyakit Dalam-nya gak bisa kasih jawaban.
---

Gue lupa deh, gue update di blog ini apa enggak. Soal wify yang dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug akhir Juli tahun lalu. Ya kalian tau lah, akad nikah dan wedding aja belum sempet gue posting di sini. Jadi utang posting gue deh.

Bulan Juli kemaren, @shenzashenza opname di rumah sakit. Indikasinya adalah Dispepsia. Sejenis mag akut. Beberapa tindakan medis dilakukan disana. Opname 3 hari, infus berbotol-botol, obat tentu saja, lab darah, dan USG. Dari USG ditemukan adanya cairan di depan rahim. Menurut Dokter Penyakit Dalam ada 2 kemungkinan: kehamilan di luar rahim atau TB Usus. Akhirnya wify dirujuk ke Dokter Kandungan, rumah sakit yang sama. Dan Dokter Kandungan memastikan bahwa ini bukan kehamilan di luar rahim. Test pack-nya negatif. Dari Dokter Kandungan dibalikin lagi ke Dokter Penyakit Dalam.

Rawat jalan dah tuh. Masih bolak-balik ke rumah sakit. Terutama karena Iron (Zat Besi) wify drop banget. Baik juga sih dokternya. Sampe mau dia mesen obat di luar karena di situ gak ada. Namanya kalau gak salah Venofer. Kekurangan zat ini bikin seseorang jadi gampang lemes. Untung aja dokter gak nyuruh wify sering-sering gadoin baut n mur :)

Berurusan dengan rumah sakit itu gak enak. Banyak waktu kita terbuang. Yang nganterin gak enak apalagi yang ngerasain. Belum biaya yang muski dikeluarkan. Oke lah pake insurance. Tetep aja gak 100% free. Di kira ke rumah sakit gak pake bensin apa? Gue aja sampe tumbal helm merah kesayangan gue. Nanti lah gue ceritain soal helm ilang di postingan yang berbeda. Sampe mana tadi?

Karena gak enak ini lah, saat wify ngerasa udah sehat. Dia minta udahan berobat jalannya. Padahal masih ada satu prosedur medis yang disarankan untuk dilakukan, yakni Endowsment (semoga gue gak salah tulis). Semacam scan body dengan kamera kecil yang dimasukkan ke tubuh kita. Untuk tahu, sebenarnya cairan itu apa sih?

Hari berganti, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Ini bukan awalan lagu ya? Beberapa hari yang lalu wify ngerasa perutnya sakit. Tapi bukan sakit yang kek waktu itu. Perutnya agak keras. Dan Dokter Irma, Dokter Praktek / Klinik langganan suggest kita untuk memeriksa ke Dokter Penyakit Dalam (lagi?!) di Rumah Sakit AL Mintoharjo. Berobat ke sana. Sempet di suggest untuk opname tapi wify menolak. Mungkin gak enak karena keseringan ijin di tempat kerjanya.

Setelah lab darah dan rontgen (dulu pas di RS Bhakti Asih gak di rontgen), ketahuan lah kalau paru-parunya ada flek. Dikit sih. Cuma tetap saja diobatin. Dan pengobatannya ini bisa sampe 6 bulan! Serius. Akhirnya senasib seperti di rumah sakit sebelumnya yang dioper-oper, wify dioper ke Dokter Penyakit Paru, dengan masih tanda tanya: Cairan di depan rahim itu apa? Karena Dokter Penyakit Dalam-nya gak bisa kasih jawaban.

Dokter Arif salah satu temen gue berpendapat yang cukup melegakan, bahwa cairan itu adalah "normal" tidak perlu kuatir berlebihan. Dia akan hilang dengan sendirinya diserap oleh tubuh. Sedangkan salah satu petugas rontgen bilang, bahwa cairan tersebut bisa dirangsang dengan obat agar keluar bersama urin. Namun dia bukan pada kapasitasnya untuk memberikan keputusan tindakan medis. Tapi tetap opininya sangat membantu kita.

Oh ya, kenapa TB Paru meski diobatin begitu lama dan gak boleh putus? Beberapa pasti udah pada tau ya. TB Paru emang susah dihilangkan dengan cepat. TB ini kalau gak salah disebabkan oleh kuman. CMIIW. Nah, kalau pasien udah ngerasa sembuh sebelum 6 bulan, tanpa dibuktikan dengan medis, bisa jadi itu belum sembuh. Bahkan kumannya akan semakin kebal terhadap obat. Yang menyebabkan 2 hal: susah diobati (udah harus ngulang dari awal dan kemungkinan akan lebih lama dari 6 bulan) serta bisa menularkan ke orang lain! So, 6 bulan ini wify harus menjalani pengobatan TB Paru. Sekali lagi dengan masih bingung dengan cairan apa yang ada di depan rahim itu.

Belum hamil bisa jadi salah satu rencana Allah supaya wify sehat dulu. GWS my dear. Aku akan tetap di samping kamu hingga kamu sembuh. Aamiin...

[FYI] Terlalu sering begadang membuat performa otak akan seperti 7 tahun lebih tua dari usia sebenarnya! Ini salah satu rahasia kenapa Hansip Komplek rata-rata tuir - tuir kali ya?

0 comments: