Manchester United

#MerdekaItu

Tapi karena kita gak bisa mundur ke belakang dan merequest siapa yang jajah kita, kenapa kita gak "mencontoh" mereka?
---

Hari ini sama-sama kita tahu adalah Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 68. Artinya jelas, 68 tahun kita sudah merdeka. Ditandai dengan angkat kakinya penjajah dari negeri tercinta ini.

Sebentar, sampe sini gue bingung sendiri arah postingan ini. Gue mau nulis serius apa humor? What ever lah. Sambil nunggu MU-Swansea ini.

Happy Birthday Indonesia jadi No. 1 World Wide Trending Topic 24 jam lebih. Beberapa kesohor dunia juga mengucapkan selamat untuk kita via Twitter. Dari @rioferdy5 sampe @ManUtd. Namun jujur temans, sampe detik ini ada satu hal yang gue ngerasa negeri ini belum merdeka. Kita belum merdeka dari kebodohan dan kemiskinan. Gak usah compare sama Amerika atau Kanada. Terlalu jauh. Sama Jepang dan China juga terlalu jauh meski sama-sama Asia. Sama Malaysia aja kita kalah telak. Negara yang sering claim kebudayan kita ini maju pesat jauh di depan kita. Pendidikan di negara kita begitu mahalnya. Mungkin gak akan berasa kalau pendapatan kita gede. Dan ini sialnya, sekolah mahal tapi mayoritas penduduknya miskin!

Kemajuan negara tetangga kita ini, mungkin disokong oleh negara penjajahnya, yakni Inggris. Terutama dalam hal bahasa. Negara yang ngerasa melayu banget ini tapi tetap menjadikan Bahasa Inggris sebagai habit. KL (Kuala Lumpur) aja mereka sebut ke-el. Buka ka-el. Hensem, basikal dan motosikal adalah contoh bahwa bahasa mereka aja sudah ke-english-english-an. Bukan rahasia juga sih, negara bekas jajahan Inggris lebih makmur ketimbang jajahan Belanda, Portugis apalagi Jepang. Contohnya ya Australia, Malaysia dan Singapore. Tapi karena kita gak bisa mundur ke belakang dan merequest siapa yang jajah kita, kenapa kita gak "mencontoh" mereka? Jadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional kedua. Minimal sebagai bahasa sehari-hari lah.

Negara dengan bahasa lokal semisal Arab, Jepang, China, Korea, juga maju. Tulisannya lebih ribet pula, cuma ada faktor lain yang bikin mereka maju yang mungkin kita gak punya.

Gue rasa kalau Bahasa Inggris jadi bahasa resmi kita, kita bisa kayak Singapore, Australia, Kanada bahkan Amerika. Amerika, negara segede itu aja "gak malu" menjadikan bahasa negara lain jadi bahasa mereka. Tapi bisa jadi opini gue ini salah.

Akhirnya, judul, opening dan isi postingan ini agak gak nyambung haha.
[FYI] Sejak tahun 2009, Google selalu berpartisipasi pada Kemerdekaan Indonesia. Bukan kantor di Indonesia juga dong. Eh, udah belum sih?

0 comments: