Manchester United

MY CHOICE Part 3

Tanah Abang yang begitu semrawutnya dengan jagoan-jagoan dan preman di belakangnya, bisa ditata.
---

Part 2

Track Record

Track record adalah alasan utama kenapa gue memilih Jokowi-JK. Jokowi pernah menjadi Walikota Solo. Dan berhasil. Rakyat begitu mencintainya. Terbukti di periode kedua kepilih lagi dengan suara 90-an persen. Logikanya, kalau Jokowi tidak menjadikan Solo lebih baik, masa iya dipilih lagi dengan suara mutlak? Tanpa kampanye massive pula.

Di Jakarta, meski cuma 2 tahun, Jokowi menjadi pemimpin yang cukup berhasil menurut gue. Tanah Abang yang begitu semrawutnya dengan jagoan-jagoan dan preman di belakangnya, bisa ditata. Hal yang tidak 'berhasil' dilakukan oleh pendahulunya semacam Sutiyoso dan Foke. Bahkan, kepilihnya Jokowi saja cukup mengejukan. Koalisi segambreng partai (termasuk partai yang udah kesohor kefanatikannya itu loh. Yang awalnya punya jagoan sendiri. Tumbang. Terus di putaran kedua dia milih dukung Foke. Kalah juga. LOL), tapi dengan segala survey yang mengunggulkan Foke, yang kepilih justru Jokowi. Artinya, suara rakyat kadang tidak sama dengan suara partai.

Kini Jokowi menatap istana dengan prestasi yang telah ditorehkan. Dengan kinerja nyata. Bukan cuma teori. Ibarat sebuah perusahaan, Jokowi pernah cuma jadi staf biasa, naik jadi Supervisor. Naik lagi jadi Manager. Sekarang maju jadi CEO.

Bagaimana dengan JK? JK sama-sama kita tau pernah jadi menteri dan wakil presiden juga. Sudah berpengalaman. Prestasinya silakan googling saja lah. Dan di luar kehidupan birokrasinya, dia adalah seorang pengusaha yang gue kira gak ada gejolak berarti di perusahaannya. Semisal karyawan belum digaji atau utang perusahaan yang menggunung. Jujur, sebenernya gue berharap Abraham Samad lah yang mendampingi Jokowi. Tapi KPK sepertinya masih sangat membutuhkan Samad. Biar yang lebih berpengalaman di birokrasi lah yang mendapingi Jokowi. Satu lagi, dia Ketua PMI juga. Lembaga yang sudah banyak menyelamatkan jiwa manusia.

Part 4

[FYI] Di ibukota Maroko, terdapat nama jalan Rue Soekarno yang diambil dari nama Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Ada capres yang sekarang maksa dimirip-miripin sama Soekarno sampe jadi rajin make peci. Tetap saja gak akan bisa sama, boss!

0 comments: