Manchester United

PAK TUA (Part 2)

Subhanallah. Jakarta - Karawang jalan kaki?!
---

(Part 1)

Bisa aja tadi gue minjem sohib gue ini. Cuma gak gue lakukan. Kesannya kok kek dikasih ati minta ampela! Dia udah terlalu baik sama gue. Untunglah ada sahabat gue yang bisa transfer 100 ribu malam itu. Gak cuma gue gak jadi dorong motor gue dari Cilandak - Meruya Selatan, tapi pinjeman temen gue ini pun dirasakan manfaatnya oleh nyokap gue, istri gue dan Pak Tua ini (namanya Pak Asep).

Nyokap. Sebelumnya nyokap sms minta tolong beliin minyak goreng. Gue jawab iya. Meski gue lagi gak ada duit, gue akan usahain gimanapun caranya. Berapa sih harga minyak goreng? Dan setelah temen gue transfer, sebelum ke SPBU gue mampir beli minyak goreng untuk nyokap. Gak yang gede sih. Kalau gak salah seliter yang harga 15 ribuan. Setelah itu baru gue ke SPBU. Isi 20 ribu yang kalau isi normal bisa full, karena abis banget ini 20 ribu gak sampe full. Setelah itu baru gue pulang. Hal yang pertama terlintas adalah: istri gue makan belum ya? Seharian di rumah gak gue tinggalin duit sama sekali!

Biasanya kalau gue makan di luar, dia gue bungkusin. Cuma karena tadi gue dibayarin ya gue tau diri lah. Dan sebelnya adalah, istri gue suka gak fast response kalau gue telpon atau sms. Jadi gue juga gak bisa mastiin keadaan dia di rumah. Sudahlah, gue berpikir buru-buru pulang saat itu untuk segera beli makanan. Terutama lauk. Kalau nasi sih bisa masak. Beras keknya masih ada di rumah.

Belum sampe rumah, di jalan gue melihat bapak-bapak tua jalan pincang pelan sedang tertatih menyusuri jalan. Pyuh, hati gue terkoyak gak tega. Inget bokap juga. Gue buru-buru minggir kurang lebih 10 meter di depan bapak-bapak ini. Tapi 10 meter aja ada kali 15 menit dia sampe di posisi gue. Jalannya lama dan terpincang-pincang.

"Mau ke mana, Pak?"

Dia agak kaget juga. Terlihat perasaan takut dan ragu-ragu. Soalnya gue juga gak buka helm atau masker. Lalu dia menyebut daerah yang gue gak pernah denger. Pas gue tanya lagi itu di mana, dia menjawab gak jauh dari exit tol Karawang. Subhanallah. Jakarta - Karawang jalan kaki?! Udah kayak puisinya Chairil Anwar: 'Kau yang kini terbaring di antara Jakarta - Karawang!' Eh, maaf, itu Karawang-Bekasi.

Dia sih bilangnya mau jalan kaki ke Grogol, dari sana ya mungkin cari tumpangan atau gimana. Dia jalan kali dari Kreo, sob! Jalan 10 meter aja 15 menit apalagi dari Kreo ke Meruya?!

Pak Asep ini abis nyari cucunya di Kreo. Tapi menurut info tetangga, cucunya udah 8 hari pindah ke Cileungsi Bogor. Tanpa ada nomor hp atau apapun yang bisa dihubungi! Makanya dia mau pulang tanpa tersisa uang karena ongkosnya pas-pasan untuk ke sini. Segitu bela-belainnya pengen ketemu cucu. Gue makin miris dengernya.

(Part 3)


[FYI] Kuda tidak dapat melihat apapun yang berada tepat di depannya. Makanya jangan pernah nembak kuda cewek dari depan. Prefer dari samping aja.

0 comments: