Manchester United

Injury Time

Gue 'cuma' pengen nonton live match EPL MU atau Rossi di live race motogp dengan tenang tanpa kepikiran utang.
---

Beberapa hari yang lalu MU berhasil menyamakan kedudukan jadi 1-1 dari tamunya The Blues Chelsea oleh goal yang dicetak RvP di masa injury time. Pertolongan Allah sering gue alami di masa injury time juga. Dulu pas mau lamaran, gue dapet pertolongan di detik-detik terakhir. Pas mau Akad nikah bahkan mau wedding, semua di injury time. Dan gue berharap kali ini gue mendapatkan pertolongan-Nya di masa injury time permasalahan gue.

Hari-hari berat gue belum berlalu. Masih jauh sepertinya. Utang gue masih banyak banget di sana-sini. Satu-satunya usaha gue saat ini jelas perusahaan gue @iOutbound ini. Namun karena webnya masih baru banget (outbound.id) jadi masih jauh lah dari page 1 Google. Sebulan ini aja gue bisa dikatakan selalu begadang dan baru tidur pagi hari untuk optimasi web gue. Dari gak ada di list 300, sampe akhir bulan lalu kedetect juga di nomor 200-an. Naik terus tapi stuck di urutan 100-50, kalau udah 50-an turun lagi ke 60-an, 90-an, naik lagi gitu-gitu aja. Bikin frustasi bukan main. Tapi Alhamdulillah barusan gue cek udah di nomor 43. Ini adalah posisi terbaik selama ini.

Mau tau gak keinginan gue saat ini? Satu hal yang pengen banget gue capai saat ini. Simple banget. Gue 'cuma' pengen nonton live match EPL MU atau Rossi di live race motogp dengan tenang tanpa kepikiran utang. Pengen gak pikiran buruk suara motor lewat depan rumah gue adalah orang yang mau ke rumah untuk nagih gue. Gak musuhan lagi sama bunyi telpon masuk atau sms. Sunggug berat jadi gue sekarang ini. Tiap abis nonton MU, pertanyaan gue di hati adalah: Minggu depan gue bisa nonton dengan tenang gak ya? Apa masih kepikiran utang juga? Dan makin galau lagi kalau MU juga kalah. Untuk bisa nonton MU buat gue adalah perjuangan. Jadi kalau MU kalah adalah cobaan berat buat gue. Gue berharap keingan gue segera tercapai. Kerja gak bisa tenang dan gak produktive juga kalau kepikiran utang terus.

Mengelola perusahaan berat. Banget! Apalagi perusahaan dengan product yang gak mainstream, yang mudah dijual karena setiap orang butuh, yang mana kita masih harus menjadi apapun yang dibutuhkan karena belum mampi gaji karyawan tetap. Gue direktur, merangkap marketing, merangkap debt collector, sekaligus sekretaris, sekaligus jongos!

Beberapa hari ini frekuensi ngetweet gue udah sangat sangat berkurang. Sepertinya gue akan lebih seneng posting di sini. Gue percaya, berbagi adalah salah satu solve the problem. Masalahnya, dari dulu gue bukan type orang yang bisa cerita berbagi penderitaan dengan orang lain. Sama istri gue aja gue gak tega untuk cerita. Semoga dengan menulis blog kek dulu gue bisa sedikit mengurangi beban gue.

Selama Oktober gue gak ada event sama sekali. Entah emang sepi entah faktor web gue yang masing baru banget. Tapi tahun lalu, saat web utama gue saat itu (outbound.co.id) closed, gue masih dapet tamu dari web gue yang lain (outboundmurah.com). Tapi entah, kali ini web ini gak mendatangkan tamu juga meski itu penjualan kecil macam rafting saja atau paintball saja. Apa karena ada pengaruh theme-nya gue ganti? Padahal menurut gue theme yang dulu terlalu norak untuk jadi web jualan. Tapi pas gue ganti lebih baik (setidaknya menurut gue) kok malah gak ada incoming call?

Banyak orang di pundak gue. Gue harus kuat. Sebesar apapun angin menerpa. Gue pasti kuat. Goal itu pasti akan datang. Mungkin saja seperti biasa, di masa injury time. Tapi bisa juga sebelumnya. Tugas gue cuma berdoa dan berusaha sebaik-baiknya dan keras-kerasnya untuk menciptakan tendangan ke gawang.

[FYI] Menulis diary sebelum kita tidur dapat membuat kita menikmati tidur yang nyenyak. Anggap saja blogging ini sama dengan menulis diary.

0 comments: