Manchester United

Antara Do Not Honour dan Donor Darah


---
Tarik tunai dari CC emang riskan. Karena bunganya gede. Dan dihitung dari saat kita withdrawal. Untuk mengakalinya, biasanya gue pake sistem nukerin di swalayan. Jadi begini, andai kita mau narik let's say 1 juta lah, tinggal cari orang yang mau belanja di swalayan (kita standby di kasir aja. Kasir juga paham kok), dan belanjanya cash. Kita tawarin deh, "Bu, belanjanya pake kartu saya aja ya? Kebetulan saya lagi butuh uang cash." Kalau kita ngomong baik-baik dan orang tersebut gak parno bin curigaan, cara ini bisa dikatakan 90% berhasil. Kita dapet uang cash, orang tersebut gak rugi, dan tagihan CC kita juga relatif aman.

Tarik tunai di CC itu sangat-sangat tidak bonafid loh di mata bank. Hindarilah :) Kegagalannya cuma 1:
'Do not honour' alias limit kita abis.

Meski mirip, do not honour dan donor (darah) adalah 2 hal yang berbeda. Yang satu bikin sakit hati, yang satu bikin darah bersih. Gue tau bahwa donor darah banyak sekali manfaatnya. Cuma ngebayangin darah kita diambil sekantong kok ya mikir juga. Secara gue ada riwayat darah rendah. Sampe sini gue masih gak bisa bedain antara: Anemia, kurang darah dan darah rendah. Ada lagi, ada istilah kurang darah tapi kenapa gak ada istilah kelebihan darah?

Gue lanjut ya? Sampe mana tadi?

Tapi 'ketakutan' gue sirna sudah. Tepatnya kemaren, Minggu, 23 Agustus 2015 di PMI Pusat. Adalah Kaskus @Reg_jakarta yang telah berjasa mengenalkan gue pada kegiatan mulia ini. Awalnya juga gue dateng cuma sekedar pengen jepret-jepret sekenanya. Eh nanggung, udah datang, ngapain gak donor sekalian ya? Akhirnya gue tau 2 fakta baru:

1. Golongan darah gue adalah B (darah B-iru :D). Jaman SD pernah dicek tapi lupa.
2. Saat darah diambil gak berasa sama sekali. Berasa pas ditusuk jarum doang. Udah. Tau gak sakit mah dari dulu aja haha.




Abis donor darah gue masih sempet untuk ngumpul bareng temen-temen @Reg_jakarta (this is the first time for me) di Sevel Matraman dan lanjut di Taman Suropati Menteng.

Ada satu cerita yang gue keknya harus posting di sini juga. Secara gue udah gak kerja di media manapun selain blog gue ini. Karena menenteng camera dan pake baju sebuah situs online, ada pendonor darah bernama Pak Dodi (yang konon udah 50 kali donor darah. Wow! Pantes looks young) yang curhat sama gue. Kurang lebih seperti ini:

Sudah 3 bulan ini Dodi dan penduduk lain di Kampung Rawuey, Desa Suka Sirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, mengalami kesulitan air bersih. Sumur kering. Dan untuk mendapatkan air, mereka harus mengambilnya di Kali Cipamingkis yang berjarak 4 km dari rumahnya. Padahal kondisi airnya butek dan sangat tidak layak untuk digunakan. Untuk mandi, mencuci, apalagi untuk diminum. Hingga kini (23/8) belum ada tindakan dari pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan ini.

Semoga kesulitan air di sana dan daerah-daerah lain segera teratasi. Aamiin.

Dokumentasi kegiatan Donor Darah with Kaskus @Reg_jakarta ini bisa dilihat di sini.

Malam itu gue lagi butuh duit banget. Sementara gak megang uang cash. Setelah memastikan dana masih ada di saldo CC gue, gue berniat cari tukeran cash di kasir swalayan yang jadi andelan gue kalau lagi butuh cash. Akhirnya nemu juga orang yang mau belanjanya pake kartu gue dan uang cashnya buat gue. Tapi sayang, failed. Kartu gue gak 'do not honour'. Tapi 'declined' karena udah keburu jatuh tempo dan belum gue bayar bulan berjalan. Duh malunya....

0 comments: