Manchester United

LRT USD 8 Juta / Km di Negara Mana? Dan Tahun Berapa?

---

Beberapa hari ini berbagai portal berita online sedang hangat membahas tuduhan seorang tokoh terkenal tentang adanya mark-up anggaran pembangunan LRT (Light Rail Transit) alias kereta api ringan di Palembang. Pembangunan LRT ini menelan biaya USD 40 juta / km. (Source: Detik.com)

Sedangkan menurut data yang ia punya, berdasarkan informasi Pak Gub, idealnya pembangunan LRT menelan biaya hanya USD 8 juta / km. Karena, index termahal LRT dunia cuma segitu. (Source: Detik.com)

Yang mau lihat video pidatonya bisa cek di sini.

Sebagai orang awam, yang LRT aja gue belum pernah naik, gue coba mencari di internet, benar gak sih pembangunan LRT idealnya USD 8 juta / km? Jika iya, ada di negara mana dan tahun berapa proyeknya selesai? Jika perlu info juga teknologinya gimana?

Namun, gue gak menemukan jawabannya. Gue mau nanya Pak Gub data dari mana yang ia kasih ke tokoh ini gak yakin bakal dikasih. Wartawan nanya aja malah diminta cari sendiri informasi Index Harga LRT Dunia. Menurut Pak Gub, tokoh ini dapat data dari referensi buku yang beliau baca. So, tokoh ini dapat data dari buku apa dari Pak Gub nih?

Jika ada dari kalian yang berhasil menemukan di negara mana ada LRT dengan biaya USD 8 juta/km tolong info gue ya. Atau kasih tau deh, googlingnya pake keyword apa. Soalnya gue cari-cari dari tadi gak ketemu-ketemu juga.

Dituding markup begini tentu saja pemerintah kita gak tinggal diam. Yang nuduh tokoh yang sangat famous soalnya. Menurut Pak Menteri, untuk menentukan biaya pembangunan LRT banyak variablenya. Seperti di atas tanah apa elevated, teknologi apa yang digunakan, lahan kosong apa bukan. Biaya LRT di Jakarta dan Palembang aja bisa beda harganya, apalagi di negara lain? (Source: Detik.com)

Ini data dari Kementerian terkait:

(Source: Detik.com)


Tapi daripada pusing mikirin di negara mana, atau pusing melihat tokoh ini dan Pak Gub saling lempar bola, masih dari Detik.com, yuk kita lihat perbandingan LRT di berbagai negara. Kita cek bersama berapa sih biayanya (gue urutin dari termurah ke termahal):

#1 Rio de Janeiro - Brazil (USD 12.5 juta / km)


Beroperasi Tahun: 2016
Panjang: 28 km
Biaya: USD 351 juta


oOo

#2 Addis Ababa - Ethiopia (USD 15 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2015
Panjang: 31.6 km
Biaya: USD 475 juta


oOo

#3 Beijing - Tiongkok (USD 17.4 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2017
Panjang: 8.8 km
Biaya: USD 153.69 juta


oOo

#4 Kaohsiung - Taiwan (USD 24.6 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2017
Panjang: 22.1 km
Biaya: USD 545 juta


oOo

#5 Virginia - Amerika Serikat (USD 26.5 juta / km)



Panjang: 12 km
Biaya: USD 318 juta


oOo

#6 Granada - Spanyol (USD 36.7 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2017
Panjang: 15.9 km
Biaya: USD 584 juta


oOo

#7 Palembang - Indonesia (USD 37.2 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2018
Panjang: 23.4 km
Biaya: USD 872 juta

(Source: Detik.com)


oOo

#8 Jakarta - Indonesia (USD 40 juta / km)



Panjang: 5.8 km (Kelapa Gading - Velodrome)
Biaya: USD 232 juta

(Source: Detik.com)


oOo

#9 Kelana Jaya - Malaysia (USD 62.8 juta / km)


(Source: nissankt.com)


Beroperasi Tahun: 2016
Panjang: 34.7 km
Biaya: USD 2.181 miliar


oOo

#10 Manila - Filipina (USD 77.2 juta / km)


(Source: railjournal.com)


Beroperasi Tahun: 2019
Panjang: 20.7 km
Biaya: USD 1.599 miliar


oOo

#11 Jerusalem - Israel (USD 79.1 juta / km)



Beroperasi Tahun: 2011
Panjang: 13.9 km
Biaya: USD 1.1 miliar


oOo

Tambahan nih, masih baru ngajuin anggaran:

Jakarta (USD 71 juta / km)



Beroperasi Tahun: N/A
Panjang: 400 km
Biaya: USD 28.4 miliar

(Source: Detik.com)


oOo

Well, better adu data deh daripada cuma katanya Si Anu. Kasian Si Anu nanti ngelesnya harus pake jurus apa. Masalahnya Si Anu ini gak ngasih info kalau di tempatnya harganya justru lebih mahal dari yang dinyinyirin.

0 comments: