Sunday, January 26, 2020

Kebelet Liburan ke Labuan Bajo - NTT


---
Memasuki usia 8 tahun pernikahan, malu rasanya gue belum memberikan liburan yang berkesan untuk istri tercinta, yang sudah setia dan tabah menemani dalam suka dan duka (dengan porsi duka yang lebih dominan sih sejauh ini hehe).

Rasanya tidak terlalu muluk-muluk jika gue ingin menculik istri liburan ke Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur. Sekaligus ingin membuktikan ungkapan mereka yang pernah ke sana, apakah benar Labuan Bajo adalah indah di semua sudutnya?

Meski tidak sering, saat event menemani client, beberapa kali gue ajak istri menginap di hotel atau villa (mumpung dibayarin kantor). Tapi menginap di kapal belum pernah. Baik gue maupun istri. Nah, di Labuan Bajo gue pengen ajak dia menginap di kapal pinisi yang sudah disulap layaknya hotel pada umumnya. Pasti seru.

Istri gue pasti gak akan nolak gue ajak snorkeling atau diving untuk menyaksikan keindahan bawah laut nan eksotis di Labuan Bajo. Bahkan di Samsia kita bisa berinteraksi langsung dengan kura-kura dan juga.... hiu! Yups, hiu :)

Jujur, gue gak berani sih snorkeling atau diving. Trauma kuping kemasukan air. Jadi gue bisa minta temenin istri menikmati keindahan pantai yang berwarna pink di Pantai Pink. Supaya hati kita berdua pink terus gitu. Ehm...

Rencananya mau exploring pulau-pulau indah seperti Pulau Rinca (melihat komodo secara langsung), Pulau Padar dengan bukit yang dikelilingi lautan biru, Pulau Kelor, Pulau Kanawa, dan pulau-pulau lain disesuaikan dengan budget tentunya :D

Kalau perginya sekarang-sekarang ini antara Januari - Februari ada wisata budaya seru, salah satunya adalah Festival Reba, pesta adat masyarakat Langa di Kabupaten Ngada. Di bulan Maret ada Festival Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. Di pesta ini ada parade Patung Komodo dan Tari Caci yang keren. Ada juga lomba fotografi yang bisa bisa gue ikutin di festival ini.

Di bulan April - Mei juga seru. Di bulan-bulan ini pemandangan laut lagi bagus-bagusnya di Labuan Bajo. Langit cerah, bukit hijau nan subur, laut biru, istri pasti hepi banget nih gue ajak di bulan ini. Kalau perginya di bulan Juni ada Tinju Sagi atau Etu, yakni pertunjukan tinju tradisional di Labuan Bajo, yang merupakan ungkapan rasa syukur atas segala berkat pada yang diberikan leluhur sepanjang tahun.

Kalau berangkatnya sekitar Juli - September lebih seru lagi. Selain ada bulan kelahiran gue (September) dan istri (Agustus), di bulan ini juga musim kawin komodo. Kapan lagi liat komodo secara langsung yang banyak berkeliaran di Taman Nasional Loh Liang. Selama ini kan liat komodo sebatas di uang kertas. Pecahan berapa ya gue lupa haha.

Nah, kalau perginya di akhir tahun nih kisaran Oktober - Desember gimana? Perfect! Karena di saat ini gelombang laut lagi tenang-tenangnya. Cuaca juga cerah. Jadi pas banget kalau mau diving atau snorkeling sampai keling di Labuan Bajo untuk menikmati keindahan bawah laut di sana. Berbagai jenis ikan menari-nari di antara terumbu karang nan eksotis. Di bulan Desember meski sering hujan, saat gak hujan kita bisa diving atau snorkelingnya pas siang hari. So, kapan kita berangkat nih @senjaharie?

No comments: